Potret Anak Jalanan
Anak jalanan yang berseliweran di perempatan
jalan raya sangat sering kita jumpai, mulai dari balita hingga remaja. Anak
jalanan yang seharusnya berada di sekolah untuk menimba ilmu, malah berada di tempat
yang tidak sepantasnya. Kewajiban mereka adalah sekolah dan bermain
bersama teman sebayanya. Lampu pengatur lalu lintas menjadi tempatnya setiap hari
untuk mencari nafkah, entah tuntutan dari orang tua ataupun untuk berhura –
hura.
Perjalanan
hidup mereka sungguhlah berat. Mereka harus bersusah payah demi mendapatkan
sepiring nasi dan lauk – pauk. Terkadang tak terpikirkan di benak kita saat
kita menghambur – hamburkan uang, tak sedikitpun kita memikirkan untuk sedikit
membantu ekonomi anak jalanan. Bagi sebagian kalangan orang, anak jalanan
hanyalah orang – orang yang tidak berguna yang bisanya hanya meminta – minta.
Dibalik
senyum mereka, tersimpan kesedihan dalam hidup mereka. Namun, mereka tak pernah
mengeluh dengan kondisinya. Sulit dibayangkan kalau kita yang terbiasa hidup
enak serba berkecukupan berada di posisi mereka. Anak jalanan tidaklah berbeda
dengan kita. Sebagai makhluk sosial, kita harus memperhatikan mereka. Karena
kelak mereka yang akan menjadi pemimpin negara ini.

